Kamis, 31 Januari 2013

Sejarah Moto GP dan Rekornya


Sejarah MotoGP

Kejuaraan dunia untuk balap motor pertama kali diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), pada tahun 1949. Pada saat itu secara tradisional telah diselenggarakan beberapa balapan di tiap even untuk berbagai kelas motor, berdasarkan kapasitas mesin, dan kelas untuk sidecars (motor bersespan). Kelas-kelas yang ada saat itu adalah 50cc, 125cc, 250cc, 350cc, dan 500cc untuk motor single seater, serta 350cc dan 500cc untuk motor sidecars. Memasuki tahun 1950-an dan sepanjang 1960-an, motor bermesin 4 tak mendominasi seluruh kelas. Pada akhir 1960-an, motor bermesin 2 tak mulai menguasai kelas-kelas kecil. Di tahun 1970-an motor bermesin 2 tak benar-benar menyingkirkan mesin-mesin 4 tak. Pada tahun 1979, Honda berusaha mengembalikan mesin 4 tak di kelas puncak dengan menurunkan motor NR500, namun proyek ini gagal, dan di tahun 1983 Honda bahkan meraih kemenangan dengan motor 500cc 2 tak miliknya. Pada tahun 1983, kelas 350cc akhirnya dihapuskan. Kelas 50cc kemudian digantikan oleh kelas 80cc di tahun 1984, tetapi kelas yang sering didominasi oleh pembalap dari Spanyol dan Italia ini akhirnya ditiadakan pada tahun 1990. Kelas sidecars juga ditiadakan dari kejuaraan dunia di tahun 1990-an, menyisakan kelas 125cc, 250cc, dan kelas 500cc.
GP 500, kelas yang menjadi puncak balap motor Grand Prix, telah berubah secara dramatis pada tahun 2002. Dari pertengahan tahun 1970-an sampai 2001 kelas puncak dari balap GP ini dibatasi 4 silinder dan kapasitas mesin 500cc, baik jenis mesin 4 tak ataupun 2 tak. Akibatnya, yang mampu bertahan adalah mesin 2 tak, yang notabene menghasilkan tenaga dan akselerasi yang lebih besar. Pada tahun 2002 sampai 2006 untuk pertama kalinya pabrikan diizinkan untuk memperbesar kapasitas total mesin khusus untuk mesin 4 tak menjadi maksimum 990cc, dan berubah menjadi 800cc di musim 2007. Pabrikan juga diberi kebebasan untuk memilih jumlah silinder yang digunakan antara tiga sampai enam dengan batas berat tertentu. Dengan dibolehkannya motor 4 tak ber-cc besar tersebut, kelas GP 500 diubah namanya menjadi MotoGP. Setelah tahun 2003 tidak ada lagi mesin 2 tak yang turun di kelas MotoGP. Untuk kelas 125cc dan 250cc secara khusus masih menggunakan mesin 2 tak.
Balap untuk kelas MotoGP saat ini diselenggarakan sebanyak 17 seri di 15 negara yang berbeda (Spanyol menggelar 3 seri balapan). Balapan biasa digelar setiap akhir pekan dengan beberapa tahap. Hari Jum’at digelar latihan bebas dan latihan resmi pertama, kemudian hari Sabtu dilaksanakan latihan resmi kedua dan QTT, di mana para pembalap berusaha membuat catatan waktu terbaik untuk menentukan posisi start mereka. Balapan sendiri digelar pada hari Minggu, meskipun ada seri yang digelar hari Sabtu yaitu di Belanda dan Qatar. Grid (baris posisi start) terdiri dari 3 pembalap perbaris dan biasanya setiap seri balap diikuti oleh sekitar 20 pembalap. Balapan dilaksanakan selama sekitar 45 menit dan pembalap berlomba sepanjang jumlah putaran yang ditentukan, tanpa masuk pit untuk mengganti ban atau mengisi bahan bakar. Balapan akan diulang jika terjadi kecelakaan fatal di awal balapan. Susunan grid tidak berubah sesuai hasil kualifikasi. Pembalap boleh masuk pit jika hanya untuk mengganti motor karena hujan saat balapan.
  
sumber : http://motogp.unsri.ac.id/index.php/menu/10

Rekor-rekor MotoGP

  • Giacomo Agostini Juara dunia terbanyak yaitu 15x di semua kelas
  • Giacomo Agostini Juara dunia 7x berturut-turut di kejuaraan dunia 1966-1972 di class utama 500cc.
  • Giacomo Agostini Juara Seri terbanyak di semua kelas yaitu 122 kemenangan.
  • Giacomo Agostini Juara dunia terbanyak dengan 8x di kelas utama 500cc.
  • Giacomo Agostini Juara dunia terbanyak dengan 7x di kelas 350cc
  • Giacomo Agostini waktu lap tercepat  terbanyak dengan 69x.
  • Valentino Rossi juara seri terbanyak sepanjang sejarah dengan 79 kemenangan di kelas Utama.
  • Valentino Rossi podium terbanyak sepanjang sejarah dengan 175 podium.
  • Valentino Rossi podium secara berurutan dengan 23 podium, dari GP Portugal 2002 sampai GP Afrika Selatan 2004.
  • Valentino Rossi fastest lap terbanyak dalam satu musim dengan 12 fastest lap di 2003.
  • Valentino Rossi podium terbanyak dalam satu musim dengan 16 podium di 2003, 2005 dan 2008.
  • Michael Doohan jumlah Pole potition terbanyak di kelas Utama dengan 58 pole
  • Michael Doohan Podium 1 terbanyak dalam semusim dengan 12 kemenangan pada tahun 1997
  • Michael Doohan Podium 1 berturut sebanyak 10x pada tahun 1997 di kelas primier
  • Michael Doohan terbanyak posisi pole dalam satu musim dengan 12 kali posisi start terdepan pada tahun 1997
  • Jorge Lorenzo poin tertinggi dalam satu musim dengan torehan 383 point di 2010
  • Mv Agusta 17 kali juara berturut di kelas primier yaitu pada tahun 1958-1974 

  • sumber : http://motogp.unsri.ac.id/index.php/menu/23